Terima Kasih kepada Para Guru

    Pelatih-Guru-Pembina-Pengajar dan apapun sebutannya tidak lebih sekedar para pemoles akan sesuatu yg dasarnya sudah baik. namun untuk agar yang BAIK tersebut bisa terproyeksikan dengan baik dan dirasakan BAIK nya bagi lingkungan maka dibutuhkan perpaduan antara WAKTU dan KEDEWASAAN. 

   
Salah satu tanda DEWASA adalah dapat menentukan pilihan (keputusan)nya sendiri dan mengetahui akan konsekuensi dari hal tsb. Namun sang "berlian" pun tak akan terlihat jika si pemoles tak pernah hadir dalam kehidupan sang "berlian". dan setiap pemoles pasti memiliki cara polesannya tersendiri yang tak akan pernah sama dengan yang lain. 

*KERAS, kau mengajarkan ku bahwa hidup ini KERAS dan dibutuhkan Semangat yang KERAS pula.
*Lembut, kau mengajarkan bahwa tak semua harus dihadapi dengan KERAS. Lembut air pun menjadi jawaban akan lunaknya sang batu. 
*Tegas, kau mengajarkan bahwa ke-manja-an harus tersapa oleh keTEGASan, agar manja sadar dan bangun dari mimpi dan siap menghadapi SEMANGAT 
*Senyum, Marah, Canda, Tawa, Tangis pun tak luput dari pembelajaran yang kau berikan. karena kau ingin mengajarkan tak ada amarah dalam sebuah SENYUMan. Tak ada MARAH yang sia-sia jika memiliki tujuan dan landasan yang Kuat. Tak ada CANDA yang menjauhkan ikatan. Tak ada TAWA yang menghinakan jika berbalut kebersamaan. Tak ada TANGIS yang sia-sia karena tetesan kebahagiaan akan sebuah pencapaian. 

    Terima kasih kepada para Guru-Pembina-Pelatih-Pengajar dan apapun sebutan untuk kalian, yang telah memoles dan mengajarkan memahami perpaduan antara WAKTU dan KEDEWASAAN. Meskipun aku tak mendapatkan WAKTU terbaik saat ini dan KEDEWASAAN pun tak kunjung menyapa diriku. ijinkan aku untuk selalu mengingat jasamu dan menjadikanmu pahlawan dalam diriku. dan Semoga entah kapanpun itu, ku hanya berharap Waktu akan terus mengajarkan dan mendidik ku untuk menuju gerbang KEDEWASAAN. 

 By Putra Rizki Pratama

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 comments:

comments