Surat Terbuka Kepada Pj Walikota Sabang

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabaratuh

Bapak Pj Walikota Sabang Yang Terhormat

Hari ini sembari menikmati segelas teh hangat dan beberapa kue sebagai pengisi perut yang kosong, dalam rangkaian menikmati momen kesembuhan saya. Saya mencoba membuka akun medsos saya dan terlihatlah postingan kegiatan Bapak dalam menyambut Menkopolhukam dan Mendagri yang telah datang ke Sabang

Karena postingan itu teringat pula saya bahwa tepat bulan ini Bapak Pj Walikota telah melewati 3 (tiga) bulan masa kepemimpinan sebagai Pj Walikota Sabang. Sebagaimana amanat regulasi, bahwa setiap 3 bulan sekali, setiap Pj harus memberikan laporan pertanggungjawabannya kepada Presiden RI melalui Mendagri

Maka dalam kesempatan ini, izinkan saya memberikan sedikit pendapat dan harapan sebagai salah satu penduduk Kota Sabang. Yang pertama sekali ingin saya sampaikan bahwa selamat kepada Bapak yang sudah melewati 3 bulan kepemimpinan dengan baik dan hampir tanpa hambatan berarti yang dirasa. Satu hal yang patut diapresiasi adalah pola kerja baru yang bapak terapkan di lingkungan pemerintah Kota Sabang yang membuat beberapa ASN sedikit kaget dan beradaptasi dengan cepat agar tidak "dimarahi"

Sebagai salah seorang pemuda Sabang yang sudah puluhan tahun hidup di Sabang dan melihat etos kerja para ASN di Sabang, tentu budaya baru yang bapak terapkan akan sangat merepotkan dan bahkan menjenuhkan beberapa ASN yang sudah terlalu lama mengadopsi pola Santai Banget. Semoga penerapan budaya kerja baru ini mampu meningkatkan pelayanan publik menjadi lebih baik kepada masyarakat Sabang secara luas tanpa perlu melihat siapa dan darimana asalnya

Kedua, masih terkait etos kerja ASN. Maka izinkan saya menyampaikan perlu kiranya Bapak segera melakukan reformasi birokrasi dengan merotasi beberapa pihak agar menduduki jabatan sesuai kompetensinya. Terutama di bidang Pariwisata, apalagi ini menjadi salah satu program utama Bapak datang ke Sabang. Selama ini saya masih melihat beberapa ASN di dinas pariwisata bukan orang yang tepat. Sehingga arah dan tujuan pariwisata sabang menjadi tidak terarah dan terukur targetnya. Beberapa kegiatan hanya sebatas agenda ceremonial belaka, pun jika ada program pemberdayaan maka indikator otuput dan outcome masih terlalu bias

Maka penting sekali jika Bapak memang memiliki kepedulian dan keseriusan membangun Sabang dengan program unggulan di bidang Pariwisata. Maka merotasi beberapa orang di dinas terkait adalah sebuah keharusan dan kewajiban. Mengingat potret wajah Sabang di luar sana memanglah soal Pariwisata

Kenapa hal ini saya rasa penting untuk menjadi perhatian Bapak sebagai pemimpin saat ini karena potensi pendapatan daerah dari pariwisata sebenarnya sangat besar. Hanya saja selama ini ketidakmampuan SDM yang ada di bidang tersebut untuk melihat potensi dan melahirkan program terukur menjadikan Sabang harus kehilangan banyak pundi-pundi untuk PAD

Saya rasa perihal dinas pariwisata cukup disini saja saya utarakan. Selebihnya saya yakin Bapak sudah mendapatkan banyak masukan dan saran dan bahkan Bapak sendiri sudah memiliki "rapor" evaluasi kinerja dinas tersebut. Selanjutnya yang perlu juga dijadikan perhatian serius, adalah persoalan izin yang dikeluarkan Pemerintah Kota baik untuk izin bangunan, izin usaha dan beberapa lainnya

Secara pribadi saya belum pernah mengakses data perizinan di Kota Sabang yang dimiliki oleh dinas terkait. Sehingga pendapat saya tentu akan menjadi subjektif namun saya tetap ingin berpendapat bahwa selama ini Sabang juga menghadapi kebocoran perihal perizinan. Ini pula yang menjadi alasan PAD selalu berada di bawah 100 miliar/tahun, silahkan dikoreksi jika saya salah. Maka setelah ini, Bapak perlu segera memberikan instruksi khusus kepada kepala dinas terkait untuk segera membuka database mereka dan melihat dimana saja ada bangunan/usaha yang tidak mengurus izin atau yang menjalankan usaha tidak sesuai izin. Harapannya setelah ini, Sabang akan memiliki pendapatan yang meningkat

Bapak Walikota yang kami hormati, beberapa saran diatas saya tuliskan bukan karena saya seorang yang punya basis kompetensi yang baik melainkan sebagai seorang pemuda Sabang, saya ingin sedikit berkontribusi meskipun dengan ocehan semata. Maka izinkan saya melanjutkan kembali ocehan saya melalui surat terbuka yang saya tulis ini meskipun masih jauh dari standar penulisan surat yang baik dan benar

Selanjutnya ketiga, hal yang perlu Bapak jadikan prioritas dalam pengambilan kebijakan adalah rasionaliasi THL yang ada di Kota Sabang. Apalagi Sabang sedang mengalami kondisi defisit anggaran, tentu jumlah THL berkisar 1000 orang ini menjadi beban daerah jika tidak berdasarkan kebutuhan. Sehingga langkah merasionalisasi jumlah THL adalah tindakan yang patut segera ditempuh

Yang keempat, disini saya ingin menuliskan hal yang bersifat umum saja. Apa yang ingin saya sampaikan sebenarnya adalah hasil mendengar dan berdiskusi dengan banyak pihak. Hal yang sangat kami soroti adalah perihal program pembinaan/pemberdayaan yang ada di Pemko selama ini yang terkesan hanya menyentuh segelintir orang dan hampir itu-itu saja orangnya. Dan saya yakini masih banyak diluaran sana kelompok/individu yang masih sangat membutuhkan pembinaan dari pemko namun luput dari pendataan dinas terkait

Lagi-lagi disini dibutuhkan program berkeadilan yang harus diimplementasikan kedepannya. Berdasarkan data Sabang Dalam Angka 2022 yang dikeluarkan BPS, ada sekitar 500an orang Sabang yang masih menganggur. Tentu ini harus menjadi perhatian serius bagi Bapak selaku pemimpin di Sabang. Dari data BPS tersebut menjadi bukti bahwa selama ini program pemberdayaan dan pembinaan dijalankan masih kurang efektif. Pelatihan-pelatihan hard/soft skill yang dijalankan belum menyentuh persoalan yang mendasar yaitu mengentaskan pengangguran di Sabang

Tentu setelah ini akan banyak respon negatif terhadap tulisan saya ini. Terutama bagi individu/kelompok yang selama ini mendapat manfaat secara langsung sebagai peserta dari pelatihan atau event-event yang dilaksanakan oleh dinas-dinas terkait. Namun, konsentrasi saya adalah bagaimana Pemko Sabang harus hadir bukan untuk menyenangkan kepentingan kelompok melainkan menjadi "ayah" yang baik bagi seluruh masyarakat Sabang khususnya untuk segmentasi pemuda yang harus diberi perhatian serius agar memiliki penghidupan yang lebih baik kedepannya

Konon lagi, ada banyak pemuda Sabang yang sebenarnya sudah mandiri, tidak cengeng menuntut bantuan dari pemko, yang mereka butuhkan hanya dukungan agar mereka bisa semakin berkarya. Dan saya yakini Bapak Walikota sangat punya iktikad terkait pemberdayaan potensi anak muda Sabang

Kelima, hal yang ingin saya sampaikan adalah soal impian melihat Sabang semakin lebih baik. Menurut saya untuk mencapai titik tersebut hal yang sangat perlu dilakukan adalah Kolaborasi dan Sinergisasi dengan semua elemen. Ada banyak anak sabang yang memiliki kompetensi mumpuni yang bisa diberdayakan untuk membangun Sabang menjadi lebih baik, sekarang pertanyaannya seberapa responsifnya Pemko untuk merangkul mereka semua ataukah hanya ingin menunggu mereka datang dengan sendirinya

Dengan Luas 153KM², jumlah penduduk kurang lebih 43 ribujiwa,hanya 3 Kecamatan maka sebenarnya Kota Sabang sangat bisa menjadi Kota Percontohan. Apakah dalam urusan pengelelolaan Pemerintahan yang baik, atau menjadi Kota Bebas KKN, atau Kota dengan Pengelolaan Pemerintahan Gampong yang baik karena Sabang hanya memiliki 18 Gampong, atau Kota dengan program pemberdayaan pemuda. Atau apalah itu bisa kita wujudkan selama semangat Kolaborasi dan Sinergisasi bisa diciptakan dengan baik

Kolaborasi dan Sinergisasi ini harus terwujud terutama antara Eksekutif dan Legislatif, dalam makna masing-masing menjalankan peran dan fungsinya sebagaimana amanat regulasi. Bukannya larut dalam rangkaian kompromi yang bersifat politis seperti yang belakangan ini menjadi isu bahwa ada kompromi antara Pj Walikota dengan anggota DPRK Sabang untuk menambah jumlah pokir mereka. Yang membuat DPRK hanya menyibukan diri dalam urusan penganggaran namun luput soal tupoksi pengawasan Pemerintahan

Kembali ke soal kolaborasi dan sinergisasi lintas elemen. Setidaknya Bapak Pj Walikota bisa menjadikan Sabang sebagai pilot project dalam hal pengelolaan gampong. Kenapa saya lebih mengusulkan ini, ada 2 faktor pertimbangan yaitu pertama Sabang hanya memiliki 18 gampong, sehingga semangat pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan bisa lebih terukur. Dan kedua, kita punya anak sabang yang memiliki kompetensi melakukan pendampingan-pemberdayaan bagi gampong yang sayangnya selama ini mereka lebih sering diberdayakan oleh pihak lain. Maka Bapak Walikota perlu kiranya membuat pendataan terkait anak Sabang yang punya kompetensi mumpuni membangun daerah, panggil mereka pulang. Ketimbang Bapak harus merekrut pihak luar hanya untuk memberikan advice bagaimana cara membangun Sabang dengan optimal

Demikianlah surat terbuka ini saya sampaikan. Maaf, setelah melalui pertimbangan mendalam, saya lebih memilih mengirimkan surat terbuka ketimbang tertutup. Tentu akan ada konsekuensinya, konon lagi di Sabang, budaya kritis masih menjadi hal yang istimewa. Surat ini tentu akan dibaca banyak orang dan dengan sengaja saya akan memention beberapa orang saat mempublikasikan surat ini dengan harapan banyak pihak mau memberikan pandangan, pendapat, ide, gagasan mereka untuk Sabang lebih baik. Dan saya pun berharap surat ini bisa sampai kepada Bapak dan berkenan untuk dibaca

Saya berharap Bapak akan dikenang sebagai Pemimpin yang benar-benar melahirkan program berbasis kerakyatan dan berkeadilan bagi warga Sabang dan tidak terjebak dalam poros kepentingan politik praktis

Saya minta maaf jika dalam penyampaian masukan ini ada hal-hal yang kurang berkenan. Pemilihan diksi yang tegas dan lugas, mencerminkan gaya saya dan agar pesan yang tersampaikan tidak kabur. Sehat selalu untuk Bapak Pj Walikota

Wallahu A'lam Bishawab
Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

22 Desember 2022

Putra Rizki Pratama
Pemuda yang masih ber-KTP kan Sabang
#SaleumPRP

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »