Ahad tanggal 10 april 2011 menjadi hari yang luar biasa bagi diriku. Karena pada hari itu aku mengetahui dan tersadar dengan lingkungan yang selama ini kumenetap dan coba kubela dari semua tantangan. Ya! Selama ini aku sedang menetap dalam sebuah lembaga yang selalu mengelu-elukan kebenaran dan terus memperjuangkannya. Tidak ada yang salah dengan semangat ini, namun aku melihat bahwa saat ini sudah terjadi kesalahpahaman diantara para penghuni lembaga tersebut. lembaga kebenaran yang telah ter-ninabobok-an oleh kenikmatan dan kesenangan dalam beratifitas. Lembaga yang sudah terlalu jauh terlarut dalam kesenangan aktifitas rutinitas untuk memperpanjang halaman Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) di akhir kepengurusan dan telah menghilangkan rasa subtansi dalam setiap aktifitas yang harusnya dihadirkan.
Aku tak ingin mengatakan bahwa lembaga ini merupakan sebuah lembaga “munafik”, tidak kawan. Karena bagiku lembaga ini dan lembaga lain yang memiliki visi yang sama tetaplah sebuah lembaga yang harus selalu ada. Aku juga tak ingin merunutkan daftar kesalahan lembaga ini dan orang-orang yang harus bertanggungjawab akan kondisi ini,karena kita semua bertanggungjawab atas kondisi karena tak bersuaranya kita melihat kondisi ini. Namun, aku dengan tegas mengatakan bahwa hari ini orang-orang yang berada didalamnya lah yang sudah mulai memudar pemahaman akan lembaga ini. Banyak alasan kenapa tulisan ini lahir dan statement yang ku berikan agak sedikit radikal. Terserah apa yang anda pikirkan karena itu hak anda. Tapi aku akan sedikit mengajak kalian semua untuk bertamasya bersama aku dan melihat kisah dibelakang.
Lembaga ini dulu hadir karena rasa keprihatinan akan
kondisi mahasiswa yang sudah sedikit pudar nuansa islaminya (ini pun aku dapat saat diskusi dgn salah satu senior). Atas dasar semangat ini akhirnya beberapa pemuda(Mahasiswa) berkumpul dan membentuk lembaga baik ini. Seiring berjalannya waktu maka orang-orang yang mengisi lembaga ini pun terus berganti. Tentunya setiap generasi memiliki gaya tersendiri dalam menjalankan lembaga ini. Ini bukan sebuah kesalahan menurutku,namun yang salah adalah jika dalam menjalankan lembaga ini mereka telah kehilangan substansi dari lembaga. Ada yang mengatakan sekarang lembaga ini tidak lebih dari sekedar lembaga EO (event organizer). -sembari tertawa kecil- ku berpikir tak salah juga gelar ini,namun juga tak salah pula lembaga ini bermetamorfosis menjadi lembaga EO. Mungkin karena selama ini mereka tidak lagi mendapatkan tantangan dalam beraktifitas sehingga membuat mereka BOSAN tuk membuat kegiatan yang bersifat pembinaan atau perekrutan,sehingga mereka membuat kegiatan-kegiatan untuk menghilangkan kebosanan ini. Belum lagi lembaga yang disebut “Benar” ini,ternyata juga larut dalam ketidakbenaran (ini menurut ku,kawan), karena yang namanya lembaga pasti memiliki aturan sendiri, ada yang menyebutnya konstitusi,AD/ART,GBHK,PPO, dan ntah apalagi namanya namun tetap itulah maksudnya.
Lembaga ini dulu hadir karena rasa keprihatinan akan
kondisi mahasiswa yang sudah sedikit pudar nuansa islaminya (ini pun aku dapat saat diskusi dgn salah satu senior). Atas dasar semangat ini akhirnya beberapa pemuda(Mahasiswa) berkumpul dan membentuk lembaga baik ini. Seiring berjalannya waktu maka orang-orang yang mengisi lembaga ini pun terus berganti. Tentunya setiap generasi memiliki gaya tersendiri dalam menjalankan lembaga ini. Ini bukan sebuah kesalahan menurutku,namun yang salah adalah jika dalam menjalankan lembaga ini mereka telah kehilangan substansi dari lembaga. Ada yang mengatakan sekarang lembaga ini tidak lebih dari sekedar lembaga EO (event organizer). -sembari tertawa kecil- ku berpikir tak salah juga gelar ini,namun juga tak salah pula lembaga ini bermetamorfosis menjadi lembaga EO. Mungkin karena selama ini mereka tidak lagi mendapatkan tantangan dalam beraktifitas sehingga membuat mereka BOSAN tuk membuat kegiatan yang bersifat pembinaan atau perekrutan,sehingga mereka membuat kegiatan-kegiatan untuk menghilangkan kebosanan ini. Belum lagi lembaga yang disebut “Benar” ini,ternyata juga larut dalam ketidakbenaran (ini menurut ku,kawan), karena yang namanya lembaga pasti memiliki aturan sendiri, ada yang menyebutnya konstitusi,AD/ART,GBHK,PPO, dan ntah apalagi namanya namun tetap itulah maksudnya.
Menurutku disinalah letak ketidakbenaran itu. Pertama secara umum ingin kukatakan bahwa dalam menjalankan lembaga ini para pengurus tidak pernah lagi merujuk kepada konstitusi ini. Padahal minimal setahun sekali orang-orang berkumpul untuk membahas konstitusi ini dan saling beradu argumentasi yang pada akhirnya dianggap “SAMPAH” oleh para pengurus. Luar biasa, tak ada lagi penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang mencoba berfikir tuk nasib lembaga ini. Bukti inkonstitusi lain adalah perangkat utama dalam lembaga ini yang mengisyaratkan bahwa Ketua lembaga harus memilki basis kompetensi tingkat menengah (dua). Ini pun tak dipenuhi dengan alasan “kita gak punya stock itu”, aneh sekali sudah dua tahun namun stock itu pun ga pernah ada bahkan saat ini sudah memasuki periode ketiga (-yang ku rasakan). Atau memang ini sebuah kesengajaan untuk tak pernah melahirkan generasi pemimpin yang memiliki basis kompetensi yang mantap (takut tersaingi kali yee).
Jika membuat sebuah kegiatan “hura-hura” saja bisa, kenapa untuk membuat kegiatan Up-grading ini selalu saja tidak sempat???. Mungkin kalimat yang pantas diteriakan kepada para “Dewa-Dewi” lembaga ini adalah Mau Dibawa Kemana Lembaga Ini, Ku Tak Akan Terus Bersama dengan Lembaga Ini Jika Tak Ada Status Dan Sikap Yang Pasti”. Atau jangan-jangan suara dewa-dewi itu sudah cukup untuk mengarahkan lembaga ini, konstitusi yang ada hanya sebagai hiasan lembaga saja. Kalaupun memang benar ini yang dipikirkan untuk apa selalu dibuat forum yang akan membahas konstitusi “Setan” ini. Yang selalu dibahas namun pasti akan dijauhi karena “Kutukan” nya. Atau kedepan lembaga ini cukup hanya menggelar sebuah pertemuan sambil makan-makan (jngan lupa ajak anak yatim) terus diumumkan aja ketua –minimal adalah proses pemilihan tuk formalitas aja. Karena niatan pembelajaran juga tak pernah terpenuhi setiap kali ini dibuat.
Kawan, selamat kepada kalian yang terus menjalankan lembaga ini. Namun, aku akan mengambil batas dengan kalian jika lembaga ini terus saja melakukan hal yang sama. Aku tak ingin nilai kekritisan aku diperkosa oleh oleh-oleh yang sedang berkuasa. Silahkan kalian berbuat yang terbaik,namun yakinlah akan banyak sorotan yang kalian dapatkan kedepan. Semoga kita semua mampu bermain dan bersaing dengan cara yang “cantik dan Manis”. Bukan dengan cara-cara busuk. Mungkin akan ada yang setelah membaca ini akan menyimpulkan bahwa aku telah masuk dalam Barisan Sakit Hati, maka kalian punya hak untuk melabelkan itu kepada ku. Namun, aku akan menantang kalian- kita liat- untuk bertahan lebih lama dalam kondisi ini. Namun dengan syarat kita sama-sama mengunakan hati dan fikiran logis buka berdasarkan perasaan tidak enak karena dia kan…!
Seorang pemuda yang tak ini menghilangkan daya kritis dan potensinya.
*Ditulis di dalam sebuah kamar yang damai ditemani alunan music dari ST12, Ungu, Armada, Tipe X, Goliath, Wali dan masih banyak lainnya. (*hehehe promosi dikit)
Kawan, selamat kepada kalian yang terus menjalankan lembaga ini. Namun, aku akan mengambil batas dengan kalian jika lembaga ini terus saja melakukan hal yang sama. Aku tak ingin nilai kekritisan aku diperkosa oleh oleh-oleh yang sedang berkuasa. Silahkan kalian berbuat yang terbaik,namun yakinlah akan banyak sorotan yang kalian dapatkan kedepan. Semoga kita semua mampu bermain dan bersaing dengan cara yang “cantik dan Manis”. Bukan dengan cara-cara busuk. Mungkin akan ada yang setelah membaca ini akan menyimpulkan bahwa aku telah masuk dalam Barisan Sakit Hati, maka kalian punya hak untuk melabelkan itu kepada ku. Namun, aku akan menantang kalian- kita liat- untuk bertahan lebih lama dalam kondisi ini. Namun dengan syarat kita sama-sama mengunakan hati dan fikiran logis buka berdasarkan perasaan tidak enak karena dia kan…!
Seorang pemuda yang tak ini menghilangkan daya kritis dan potensinya.
*Ditulis di dalam sebuah kamar yang damai ditemani alunan music dari ST12, Ungu, Armada, Tipe X, Goliath, Wali dan masih banyak lainnya. (*hehehe promosi dikit)