Bu
bunga ini adalah salah satu pengasuh mata kuliah tergolong wajib dikampus ku.
Jadi suka tidak suka, rela atau tidak maka kami harus mengambil mata kuliah tsb
jika ingin "masa hidup" kami berlangsung damai dikampus. Hahaahahha
(lumayan angker sih)
Sorry
buk, ini ga maksud jelek2in loh. Cuma mau berbagi kisah agar jadi pelajaran tuk
yg lain. Lagipula saya juga dah lulus mata kuliah tu jd ga takut lagi,
hahahahaha (tertawa sinis)
Tepatnya
ini trjadi saat proses midterm. Seperti biasa suasana midterm pasti dimulai
dengan proses pembagian soal dan dilumuri sedikit "ocehan" dosen ttg
aturan2 yg membuat kami dlm drama anak2. Ga boeh ini, ga boleh itu. Klo liat
kiri-kanan dipalang, ribut dikeluarin,dan bla bla bla en bla bla.
Yakinlah, ocehan ni menjadi salah satu "dosa" dosen yg menyebabkan mahasiswa sprti saya kehilangan kesmpatan meraih nilai tinggi. Karena apa, smua pelajaran yg sdah dipelajari akhirnya diserang dgn ocehan2 yang bersifat "suci" ini. Hahahhha
Singkat
cerita, maka mulailah saya bertaaruf dgn si soal2 yg tak jauh dr angka-angka,
maklum saya kan mahasiswa eksata. Kata orang mahasiswa eksata tu keren, sukses
dan asiiik orangnya. Kembali ke proses
ta'aruf saya dgn si soal ini. Proses kami mengalami kecocokan dan akhirnya
berlanjut ke proses selanjutnya yaitu proses pencocokan karakter (rumus-red).
Mulailah saya mencoret-coret dilembaran coret2 (mank disediakan). Nah disinilah
malapetaka itu muncul, dan proses taaruf saya pun akhirnya terecoki oleh kehadiran
pihak ketiga yang kalian sudah bisa menebak kan. Ya, siapalagi klo bukan dosen
yg kita sebut bu Bunga.
Dengan
gaya hebatnya, dia mengitari ruangan kelas sembari celingak-celinguk ke arah
kertas jawaban para mahasiswa nya. Ntah angin apa yg membuat dy harus berhenti
tepat disamping saya.
Dengan
gagah tapi lembut loh, beliau bertanya " kenapa belum dijawab juga
(patokan lmbar jawaban), ini kan sdah 15mnit" belum sempat saya jawab,
lantas dgn nada yg lbih tegas dan keras dia berkata "soal gini aja kamu ga
bisa jawab, Bodoh kali kamu ini. Apa juga msuk teknik".
Dum,
macam disambar petir. Scepat kilat pula saya meruba status dy dr seorang dosen
mnjdi tak lebih dr nenek lampir. Krna perkataan itu, kontan saja membuat saya
naik spanning dan membalas serangan kata2 beracunnya tnpa tunggu komando
"maaf buk, saya bkn ga bisa. Tp saya ge nyari2 dikertas coret2 (sambil
nunjukin kertas coret2nya)" ntah dia sadar ato pura2 jd "dewi"
durjana kembali mngeluarkan kata "alasan aja, sudah kerjain trus. Bodoh
kali tu aja ga bisa". Lagi2 membuat tensi darah saya kambuh tingginya. Dan
saya membalas serangannya "maaf buk, saya bukan bodoh. Tapi belum bisa.
Klo saya pintar maka bukan ibu yg ngajarin saya. Ibu yg duduk disini dan saya
yg berdiri dstu tuk ngajarin ibu".
Dengan
wajah kaget dan keliatan marah, akhirnya dia meninggalkn saya menuju ke meja
nya tuk duduk. Ya berhubung saya jg sdah kepalang marah dan tanggung klo ga
dilanjutin. Maka lembar jawaban td saya biarka kosong dan memberikan
anugrah sbuah lmbar coret2 yg berisi jawaban saya td kpd kawan2 lain.
Alhasil,
waktu pun habis. Dan smua mahasiswa mengumpulkan lembaran jawabannya. Tidak
terkecuali saya, dgn perlahan saya dekati meja sang dosen dan si dosen pun
melihat saya dgn gaya kurang nyaman. Dan "Dum" saya letakkan lmbar
jawaban saya dmeja. Sekilas trlukis senyum diwajah sang dosen (ntah mikir apa
si kawan tu) namun tdk bertahan lama tiba2 wajah tu keliatan bngung sambil
bertanya "knpa kosong, mana jawabannya?" Dan dgn entengnya saya jawab
"td ibu bilang saya bodoh. Jd tolong ibu isikan bntar ya buk !"
Maka
berlalu lah saya meninggalkan sang dosen.
#Pesan nya
adalah jadilah pengajar yang mengajar dengan hati. Jangan memposisikan diri
sebagai penjajah yg menjajah kesempatan orang lain menimba ilmu.
Ya ini adalah
sdikit kisah saya. Silahkan ceritakan
kisahmu.
Kepanjangan,
sorry bro/sis soalnya klo kependekan ntar ga ngerti endingnya gmn. Hehehe
Tapi sekarang,
saya dan dosen tu dah jadi prend koq. Krna tak ada dendam dan dusta diantara
kami. Ecek2 ala sinetron FTV gitu,wkwkwkwk
Selamat malam
dan selamat bermimpi buruk. Hahahaha
*kisah terjadi
pd smster awal
By Putra Rizki
Pratama
Dibilik tak
termenung ;)
21 januari 2014
9 comments
commentsHahaha
Replymenyedihkan kisah mu gan
Berehhhh...
Replywkwkwkwkwkwk
Replyyang penting dah lulus gan :D
Replymengeluarkan emosi itu tidak bagus, seperti makanan pedas dan air panas dimakan dan diminum sekalian, bisa membakar lidah.
Replydikatakan bodoh, ya biarkan aja,,nyengir aja.
dosen anda tempramen, anda pun sama.
jadi tidak ada bedanya anda dengan dosen anda, mengeluarkan emosi untuk memuaskan ego.
anda terlalu ..
hahahahaha
Replyasiiiikk komen mbak yuyun.
saya emosi karna ada gaya "merendahkan" dan stlah itu kami dskusi. dan hari ini beliau lebih soft dan pandai menghargai mahasiswanya koq :)
yoi gan
Replykop parah bit manyak nyo
Replykhak khak
Replyparah napa ee bang?