tulisan ini bukan aku hendak menjelek-jelekan PKS sebagai sebuah partai politik yang memiliki basis massa yang sudah jelas karena ada jenjang pengkaderan dalam tubuh PKS sendiri. tulisan ini hanya mencoba memberikan sedikit masukan bagi para kader, pengurus hingga simpatisan PKS itu sendiri. Dalam sisi lain aku menghargai dan angkat salut akan potensi yang dimiliki partai dakwah ini.
belakangan ini, PKS sering diterpa berbagai macam ujian terutama dari pihak eksternal yang [katanya] ingin mendiskreditkan PKS agar kehilangan simpatik dari masyarakat. mulai dari di blow-up nya isu korupsi petinggi partainya hingga isu tentang relawan membantu korban bencana dgn embel2 partai dan lain sebagainya.
saya sendiri ingin membela ketika ada opini mengatakan bahwa kalo mau membantu tak perlu ada embel2 partai lah. mnurut saya itu perlu, agar masyarakat tau siapa yang membantu sehingga lebih memunculkan kepercayaan apalagi dalam kondisi bencana yang sudah pasti ada sisi kepanikan dan kecurigaan diantara sesama.
efek dari pihak-pihak yang ingin mendiskreditkan PKS maka otomatis akan muncul pembela-pembela PKS yang notabenenya digagas oleh para kader PKS itu sendiri. Dan ini adalah hal yang sangat wajar, mana ada sih orang yang mw "Rumah"nya dijelek-jelekan bahkan diobok-obok untuk dihancurkan. dari berbagai cara merespon yang dilakukan para kader, hal yang paling tidak beretika menurut saya adalah ketika secara tidak langsung kader tersebut ingin memposisikan diri sangat "mulia" dan dengan entengnya melakukakn penghinaan kepada manusia karena telah merendahkan harkat orang dengan cap "ANJING". saya ulangi "ANJING"
beberapa kader PKS yang saya kenal baik secara langsung maupun melalui sosmed, melakukan pembelaan terhadap PKS dengan cara sangat tidak bermoral. Dan ini jauh dari warna PKS yang ingin menjadi partai bermoral dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Dengan entengnya mereka [kader PKS] melabelkan kalimat ANJING kepada para pengkritik tubuh PKS dengan ungkapan "biarkan Anjing menggonggong, kafilah berlalu". Anjing disini dimakudkan kepada pengkritik dan kafilah ditujukan kepada PKS itu sendiri.
sungguh sebuah sikap yang tak pantas ditunjukan oleh seorang kader partai yang memiliki warna DAKWAH. benarkah seperti itu warna dakwah yang dibawa PKS yaitu mudah menghinakan sesama manusia? anti-kritik? hmmm sungguh sangat memiriskan hati.
saya yakin ini hanyalah sebuah bentuk kelatahan kader yang sudah sangat "mencintai" PKS. sehingga mereka akan melakukan pembelaan habis-habisan kepada hal yang dicintainya dan ini lagi-lagi adalah sebuah hal yang sangat wajar. namun, jangan lupa wahai saudaraku di PKS, bahwa kalian membawa label DAKWAH dalam tubuh gerakan kalian sehingga jangan sampe DAKWAH akhirnya terhina dengan sikap yang jauh dari nilai-nilai dakwah.
Tak berani aku menasihati kalian terlalu jauh, karena dalam kapasitas dakwah kalian lebih memahami dari aku yang awam ini. dalam semangat bergerak dan berkontribusi kalian lebih jauh lebih dibandingkan aku ini. namun, izinkan sejenak aku menjadi "preman" yang mencoba menodong kalian dan mengingatkan kalian atas keterpaksaan kalian menghina orang lain.
Mengapa kalian tak menjadikan kritikan itu sebagai amunisi tuk menggiatkan kerja-kerja nyata kalian. Mengapa kalian tak menjadikan cacian pihak lain sebagai bahan evaluasi dalam bergerak, bukankah kita dianjurkan untuk selalu mengevaluasi diri karena tak ada manusia lepas dari kesalahan (termasuk aku). mengapa tidak menjadikan para pengkritik tersebut menjadi bagian dari saudara kalian yang ingin memposisikan kalian semakin baik. dan semoga aku pun tak kalian caci dengan cacian sebagai "ANJING" karena terlalu lancang menasihati kalian wahai saudaraku di PKS.
Atau mengapa kalian tak menasihati para pengkritik dengan bahasa yang baik dan memberikan contoh mengkritik dengan cara yang baik. bukankah aktivis dakwah adalah contoh dalam kehidupan bermasyarakat?
maka diakhir tulisan ini izinkan aku menasihati kalian dengan kalimat seorang ustad Rahmat Abdullah (syaikul tarbiyah) dan salah satu pendiri partai kalian :
"Ya ayuhal ikhwah, Antum perhatikan bagaimana Alloh telah
menciptakan batu dan air yang mengalir di sungai ini. Antara batu dan air tidak ada pertikaian diantara mereka. Batu tidak pernah mengatakan,
Hai air kenapa bunyimu terlalu keras Atau air mempersoalkan, Batu, kenapa kau ada disini. Tidak ada persengketaan diantara mereka; Mana hak saya
Mana kewajiban kamu
Tapi kenapa kita tidak mau mengambil ibroh dari batu dan air? Kenapa kita mulai bercerai-berai, memikirkan ini
hakku
ini hak saya
Ini kewajibanku
Itu kewajibanmu
Malu kita semua pada batu dan air! Ini saatnya antum semua bersatu, bekerjasama dalam ukhuwah Islamiyah
Allahu Akbar!
Jangan sampai nanti orang-orang tarbiyah dibenci karena orientasi kekuasaan. Dia tidak boleh berbangga dengan bangunannya, lalu
tertidur-tidur tidak pernah mengurus urusan hariannya. Tetap dia harus
kembali pada akar masalahnya, akar tarbiyahnya, mahabbin, tempat kancah dia dibangun. Nah, akhi. Tantangan dakwah seperti itu. Diuji dengan kesusahan Dicoba dengan penderitaan Insya Allah, kita kuat. Tapi jika diuji oleh Allah dengan kenikmatan, ini yang kita mesti hati-hati. Antum mesti sabar ikhlas Ingetin terus temen-temen antum, jangan seperti monyet
kembali pada akar masalahnya, akar tarbiyahnya, mahabbin, tempat kancah dia dibangun. Nah, akhi. Tantangan dakwah seperti itu. Diuji dengan kesusahan Dicoba dengan penderitaan Insya Allah, kita kuat. Tapi jika diuji oleh Allah dengan kenikmatan, ini yang kita mesti hati-hati. Antum mesti sabar ikhlas Ingetin terus temen-temen antum, jangan seperti monyet
> "Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu." (alm KH. Rahmat Abdullah)
> Ada dua hal yang mesti kita ingat: kebaikan orang lain sama diri kita dan keburukan diri kita sama orang lain. Tapi ada dua hal juga yang mesti kita lupakan: kebaikan diri kita pada orang lain dan keburukan orang lain pada diri kita"
*pemuda awam yang perlu banyak belajar dan tak lebih mulai dari kalian wahai saudaraku di PKS
Putra Rizki Pratama
Banda Aceh, 18 Februari 2014
22 comments
commentsPerhatikan dan nikmati sisi positifnya, dwasa itu harus. :)
Replysiap komandan
Replysori mas.., gua mau ngasih masukan ni. tulisan lo bagus. tapi lo juga main ditataran opini lo. bagusnya lo sertakan bukti or data supaya tulisan lo jauh dari kesan nuduh.
Replykalo ngak lo sama aja. sori bro
Menarik tulisannya, kalau ada cantuman "Anjing menggonggong kafilah berlalu" lebih menarik lagi (Tapi tidak menyembutkan nama si oknum hanya cukup identitas kekaderannya saja). Tak dicantumkan sebenarnya tak mengapa juga. toh kenyataan di lapangan kadang terlalu refleks dan tak bisa dibuktikan tapi tak bisa dinafikkan memang ada yang demikian.
ReplySbg saran dan masukan ini bagus sih.. suatu lembaga juga gk akn baik klo gak ada kritikan.. ini lebih ke kritikan terhadap cara orang menjawab kritikan.. itu memang sebaiknya dg kata2 yg santun. Partai ini sudah begitu besar kemuDian dg tantangan yg besar pula tentunya, bnyak kadernya membuat partai ini harus intents mengoreksi kedalam krn karakter para kadernya sangat beragam, ada kadar, ada yg lemvut ada yg sudah faham visi partai ada yg baru kecantol aja.. sehingga hal seperti kasus di atas bs aja terjadi.. yg terpenting tetap saling mengingatkan baik scr langsung maupun dg tulusan begini. Krn kita bangsa indonesia beragama dan harus bersatu.
ReplyAda 1 yg kurang adinda...biasa@ kader PKS itu punya kata2 sakti untuk alibi atas kesalahan@ "kita ini bukan jamaah malaikat akh!!!"
ReplyTerima kasih ya putra atas kecintaannya terhadap PKS, PKS berterima kasih dengan tulisan ini, insya Allah semakin disebut2 nama PKS maka PKS akan selalu populer di tengah2 masyarakat. Jika PKS pernah mengecewakan maka maafkanlah PKS yang belum bisa menjadi hadapanmu dan teman2.
ReplyJika Memang itu Benar adanya Maka ini adalah Sebuah NAsehat/Teguran Yang Membangun...
ReplyInsya Allah Mudah2an ini bisa menjadi BAtu Loncatan Untuk PKS agar Lebih Baik Lagi... ^_^
dalam pelajaran pribahasa ada pernah disebut kalimat itu "anjing mengonggong kafilah berlalu" dan sebagai peljar kt diminta menuliskan maksud dari pribahasa tsb,yg sy ingat temen sy yg dibawah rata2 mengartikan pribahasa itu secara kasar.alhasil dia mendapt tanda silang merah di bagian itu...
ReplyMembaca tulisan ini aku jd menyimpulkan bahwa penulis seperti kurang berpendidikan, sok bijaksana dan mudah tersinggung. Bkn karena apa2 ya, tapi tahukah penulis bahwa kata2 "biarkan anjing menggonggong, kafilah berlalu" adalah sebuah peribahasa yang telah dipelajari semenjak sekolah dasar yang sama sekali tidak memiliki konotasi negatif. Peribahasa itu lumrah digunakan disaat ingin menyatakan agar jgn mudah terpengaruh dengan opini org lain (anjing menggonggong), tpi tetap melanjutkan perjuangan (kafilah berlalu).
ReplySaran bagi penulis, harus sering2 baca buku lg biar lbh mengerti mengenai sastra, jd ga malu2in diri kalo nulis tulisan, dan hatinya harus lebih sering dilatih biar gak terlalu feminim sehingga mudah tersinggung, it's a tough world out there man!!
*bukan fans PKS
hehehe, trims mas sarannya.
Replyni kasus riil, kkurangan saya ga membubuhkan bukti agar si kader tdk merasa smakin tervonis.
oea mas, saya nyaran juga nih klo bs mas nya make id jelas deh. biar kita bs akrab beneran jd saudara.
salam dr saya mas :)
trims husna,...
Replysemakin tulisannya bukan menghancurkan tp sbg bhn evaluasi bersama
trims ikhwan
Replysemoga ni bermanfaat
sama2,...
ReplyPKS banyak yg mencintai dan smoga rasa cinta kpd PKS bkn cinta yg semu melainkan cinta sejati yang bs saling menasihati
aamiin
Replysemoga, masyarakat butuh warna cinta dlm dunia politik.
dan smoga dgn tagline baru PKS- cinta kerja dan harmoni
pks mnjdi solusi bagi sgala permasalahan
inilah yg perlu dihindari, banyak yg memaksa orang2 hrus paham sprti dia tanpa da proses penjelasan.
Replyhahahhahaa
Replytapi banyak kader mereka yang ingin menjadi Malaikat
terima kasih sosok yg bijaksana, ga mudah tersinggung dan sangat berpendidikan.
Replysaya manggilnya apa ni, ato mank ciri org berpendidikan pnya mentalitas lempar komen sembunyi dibalik nama anonim. Hadeuuuh -_-
terima kasih ya kader PKS yang ntah betulan kader pun
Bereh dek putra, tagline saya #AntiJumud #OneMovementOneUkhuwah
ReplySalam Ukhuwah :)
Mari Bekerja, bekerja, dan terus bekerja yang terbaik untuk Bangsa ini....
Replyhehehehehehe
ReplyantiJumud adalh pondasi menuju kesejahteraan dan keadilan. Nahloh ^_^
salam ukhuwah Helmkoening
PKS bisa eksis karena mayoritas agama.
ReplyBanyak masyarakat yang mudah didoktrin, didogma dan dibrainwash atas nama Agama.