Hari ini saya mencoba menulis sedikit tentang daerah paling barat di indonesia dan menjadi daerah domisili saya sendiri saat ini yaitu Sabang.
![]() |
| Google.com |
Saya ingin sedikit bicara tentang birokrasi yang ada di tubuh pemerintah kota Sabang, yang masih sangat jauh dari indikator prestasi.
Hari ini birokrasi sabang seolah terkesan "kalo bisa dibuat lama ngapain cepat-cepat diselesain". Jika tidak percaya silahkan cek sendiri
Belum lagi kita bicara tentang PNS nya, jangan harap jam 8-9 pagi pegawai sudah standby semua dikantor dengan tugas mereka masing2. Kalo pun hari ini sabang sudah memberlakukan absensi elektronik, maka itu hanya menjadi pola menipu birokrasi itu sendiri. Setelah datang jam 8 paling telat 8.30 mereka yang kaum pria lebih memilih nongkrong warkop/kantin atau pergi kemana lah. Klo yg ibu2 nya tak kalah seru bergosip ntah dimana posisi koordinatnya.
Sehingga imbas dari hal tsb, membuat kita masyarakat biasa kerepotan jika ingin mengurus sebuah surat yang scra hitung2an siap diketik 15menit namun harus menunggu berhari2. Belum lagi penyakit selanjutnya selain PNS biasa yg jarang dikantor.
Belum lagi jika musim sedang baik, maka kita akan dihadapi dengan surat yang tak tau ntah dimana kuburannya setelah kita antar ke pusat pemerintahan tersebut.
Penyakit selanjutnya adalah hampir "ga da ditempat" para pejabat2 eselon 3 dan 2 di tempat. Sehingga lagi2 semakin menambah panjang rekam jejak kebobrokan birokrasi.
Nah begitulah potret birokrasi di sabang. Sehingga jangan salahkan masyarakat ketika mereka menilai para PNS tak lebih hanya mencari gaji bulanan semata.
