2. Jika karena ada sebagian politisi berperangai buruk bahkan busuk, maka apa wewenang kita hingga berani memvonis seluruh politisi juga demikian. Hidup indah jika kita objektif.
3. Berkumpullah dengan orang-orang hebat maka kita akan menjadi dewasa dalam gagasan
4. Dalam teori :
Elektabilitas - Kapasitas - Akseptabilitas
Dalam praktek :
Elektabilitas dipengaruhi oleh uang kertas dan suara keras.
5. Ketika kita hendak melawan arus kebiasaan maka konsekuensinya adalah kita akan dibentak dan dikatain Gila. Namun memang dibutuhkan cara gila untuk menghadapi orang yang tergila-gila akan kebiasaan yang salah.
6. Tak perlu buang-buang energi untuk upload sana sini hanya demi mengejar popularitas. Karena kapasitas diri tak pernah bohong.
7. Bertegur sapa adalah modal murah untuk menikmati hidup. Maka keengganan kita bertegur menjadikan kita sebagai makhluk miskin secara sosial.
8. Jangan mendidik singa untuk hanya hidup dikandang sendiri. Hutan itu luas.
Elektabilitas dipengaruhi oleh uang kertas dan suara keras.
5. Ketika kita hendak melawan arus kebiasaan maka konsekuensinya adalah kita akan dibentak dan dikatain Gila. Namun memang dibutuhkan cara gila untuk menghadapi orang yang tergila-gila akan kebiasaan yang salah.
6. Tak perlu buang-buang energi untuk upload sana sini hanya demi mengejar popularitas. Karena kapasitas diri tak pernah bohong.
7. Bertegur sapa adalah modal murah untuk menikmati hidup. Maka keengganan kita bertegur menjadikan kita sebagai makhluk miskin secara sosial.
8. Jangan mendidik singa untuk hanya hidup dikandang sendiri. Hutan itu luas.
9. Kita hanya perlu mencari lingkungan yang kondusif agar memaksimalkan peran kita untuk masyarakat sekitar dan orang lain.
10. Tugas kita bukanlah menghukum namun mengajarkan dan menyadarkan.
11. Yang berbahaya dalam pergaulan adalah ketika berdiskusi kita sering menganggap orang lain memaksakan diri paling benar, namun sisi lain lain kita pun tak lebih baik dari mereka. Yang kedua, Sering kita menganggap orang lain tidak berbuat hanya karena tak bergabung dalam barisan kita.
12. Jangan berdiskusi dengan mereka yang memahami nilai Kritis adalah bagian dari mencari-cari kesalahan. Nilai kritis selalu diikuti dengan alternatif gagasan, jika itu tidak terpenuhi baru dapat disebut mencari kesalahan.
13. Menjadi Tokoh tak cukup hanya mendapat sapaan di warung kopi
14. Jika ada yang dengan mudahnya mengabaikan janji dan kerja maka biarkan saja dia menjadi gelandangan yang hanya melihat kesuksesan kita
15. Pribadi berilmu adalah mereka yang sedia berbicara dengan siapapun. bukan hanya karena latar belakang prestise.
16. Kita harus mampu mengembangkan potensi agar mampu beradaptasi dengan lingkungan-lingkungan baru ke depan. Yang terpenting adalah selalu memahaim substansi perbuatan.
17. Pembangkang terjadi karena dua hal :
Pertama disebabkan pemimpin yang mulai otoriter. Kedua dikarenakan masih ada pribadi-pribadi yang berfikir sehat dan berani melawan otoriterisme tersebut.
Mengambil peran sebagai pembangkang berarti berani siap kehilangan "Nyawa".
18. Setiap kesalahan dan kebaikan orang lain pasti akan ada investasi orang dilingkungan sekitarnya. Maka berinvestailah dalam peluang kebaikan mereka.
19. Terlalu banyak hal yang bermanfaat disekeliling kita daripada harus fokus pada yang mengecewakan.
Hidup ini sebentar,mari isi dgn hal yg bermanfaat dan bahagia.
20. Maju tidaknya sebuah bangsa terpulang seberapa pedulinya para pemuda akan permasalahan yang ada.
21. Yang membuat kemandekan dalam setiap usaha adalah masih berkembangnya pola pikir bahwa kesuksesan adalah milik sebagian orang yang berhak sukses.
Mari bangun dari tidur panjang bahwa semua orang punya hak yang sama dalam kesuksesan maka cukup berikan ruang itu sebagai pembuktian.
Penemu komputer pun tak akan sukses jika dia tak diberi ruang mempublish karyanya. Penulis terkenal pun tak hebat jika tak diberi ruang menyebarkan karyanya.
#SaleumPRP
10. Tugas kita bukanlah menghukum namun mengajarkan dan menyadarkan.
11. Yang berbahaya dalam pergaulan adalah ketika berdiskusi kita sering menganggap orang lain memaksakan diri paling benar, namun sisi lain lain kita pun tak lebih baik dari mereka. Yang kedua, Sering kita menganggap orang lain tidak berbuat hanya karena tak bergabung dalam barisan kita.
12. Jangan berdiskusi dengan mereka yang memahami nilai Kritis adalah bagian dari mencari-cari kesalahan. Nilai kritis selalu diikuti dengan alternatif gagasan, jika itu tidak terpenuhi baru dapat disebut mencari kesalahan.
13. Menjadi Tokoh tak cukup hanya mendapat sapaan di warung kopi
14. Jika ada yang dengan mudahnya mengabaikan janji dan kerja maka biarkan saja dia menjadi gelandangan yang hanya melihat kesuksesan kita
15. Pribadi berilmu adalah mereka yang sedia berbicara dengan siapapun. bukan hanya karena latar belakang prestise.
16. Kita harus mampu mengembangkan potensi agar mampu beradaptasi dengan lingkungan-lingkungan baru ke depan. Yang terpenting adalah selalu memahaim substansi perbuatan.
17. Pembangkang terjadi karena dua hal :
Pertama disebabkan pemimpin yang mulai otoriter. Kedua dikarenakan masih ada pribadi-pribadi yang berfikir sehat dan berani melawan otoriterisme tersebut.
Mengambil peran sebagai pembangkang berarti berani siap kehilangan "Nyawa".
18. Setiap kesalahan dan kebaikan orang lain pasti akan ada investasi orang dilingkungan sekitarnya. Maka berinvestailah dalam peluang kebaikan mereka.
19. Terlalu banyak hal yang bermanfaat disekeliling kita daripada harus fokus pada yang mengecewakan.
Hidup ini sebentar,mari isi dgn hal yg bermanfaat dan bahagia.
20. Maju tidaknya sebuah bangsa terpulang seberapa pedulinya para pemuda akan permasalahan yang ada.
21. Yang membuat kemandekan dalam setiap usaha adalah masih berkembangnya pola pikir bahwa kesuksesan adalah milik sebagian orang yang berhak sukses.
Mari bangun dari tidur panjang bahwa semua orang punya hak yang sama dalam kesuksesan maka cukup berikan ruang itu sebagai pembuktian.
Penemu komputer pun tak akan sukses jika dia tak diberi ruang mempublish karyanya. Penulis terkenal pun tak hebat jika tak diberi ruang menyebarkan karyanya.
#SaleumPRP
