Memilih Pemimpin : Bukan Baik tapi KUASA yang penting

Google.com
Sering kita mendengar slogan "pilih yang baik" tapi kenyataannya yang diusung dan dicalonkan adalah yang hanya memiliki peluang besar untuk menang. Buktinya, yang katanya baik tapi tidak diusung juga hanya karena hasil survei meraih persentase sedikit dan tidak punya finansial cukup.

Jadi ini sebenarnya soal Baik atau sebatas soal Menang untuk berkuasa?. Sepertinya ini memang hanya soal KUASA, kuasa dalam artian punya modal yang kuat dan bekingan banyak. Maka tak perlu heran, karena saat ini belum ada yang benar-benar dan berani mempraktekan teori politik yang baik. Yang ada hanya pandai menjual Slogan-slogan kebaikan demi memuaskan hasrat berkuasa semata.

Mari cerdas memilih, kita butuh pemimpin yang mau berbuat dengan nyata dan siap membuka ruang-ruang diskusi dengan semua pihak. Bukan pemimpin tukang ngambek yang dikit kita kritik udah dendam kesumat.


Selain kandidat, kita juga perlu melihat lingkaran Timsesnya, seberapa dewasa dalam berkampanye. Kalo sekarang saja sudah berani ngata-ngatain orang maka tidak ada yang menjamin setelah menang dia tidak menjadi lebih buas.


Orang baik ga akan dendam dan pasti akan lebih merangkul yang memberikan kritik solutif. Karena kata seorang Alim, Virus yang berbahaya dalam persaudaraan salah satunya adalah yang membiarkan kesalahan itu terus terjadi tanpa ada yang mau mencegah. Apalagi tidak mencegah hanya karena takut hilang jabatan dan pundi-pundi uang.

Setiap kandidat tentu adalah baik dan punya visi, dibuktikan telah lulus seleksi KIP dan punya pendukung. Maka ini bukan semata soal visi dan siapa yang mendukung, namun soal kebutuhan pemimpin yang merangkul dan tidak membuka ruang perpecahan antar sesama. Soal kemauan memberdayakan bukan hanya memperdayakan, soal melayani bukan ingin dilayani, soal mengabdi bukan mengundi, soal menepati bukan sekedar tebar janji.

Sebagai pemilih kita harus berani mendukung dan memilih pemimpin yang memenuhi standar minimal diatas, lantas jika tidak ada yang memenuhi bagaimana? maka pilihlah yang hampir mendekati standar itu. Pemimpin yang tidak fokus menjelekan lawan, pemimpin yang tidak suka mengumbar fitnah, pemimpin yang tidak mentolerir tindakan Timsesnya yang salah. Pemimpin yang hanya fokus pada penyampaian program dan mempersiapkan perangkat-perangkat agar program tersebut bisa dijalankan dengan baik.

Maka sebagai pemilih cerdas harus jeli melihat hal tersebut dan lebih penting adalah Tolak segala bentuk Politik Uang. Tolak Uang/barang pemberian dan jangan pernah pilih kandidat yang melakukannya.
#SaleumPRP

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »