Ibu sebuah kata yang tidak asing lagi di telinga makhluk hidup. Semua makhluk hidup pasti memiliki seseorang yang ditempatkan sebagai “IBU”. Memang bukan merupakan kata panggilan baku yang harus digunakan oleh semua kalangan. Sehingga banyak muncul ungkapan dan panggilan sayang kepada seorang wanita terhebat dan memiliki posisi teristimewa di dalam hati seorang anak, ada yang memanggilnya dengan kata: ibu,mama,emak,bunda,ummi,mom,mami,,dan lain sebagainya. Karena setiap orang pasti memiliki rasa dan cara pengungkapan yang berbeda-beda terhadap wanita hebat ini.
Wanita yang mampu menghilangkan rasa senangnya dan menggantinya dengan kesenangan melihat buah hatinya senang walaupun sedang berada dalam posisi sulit namun tak terlihat sedikitpun guratan kesedihan di wajahmu, seorang wanita yang mampu tertawa walaupun hatimu sakit,engkau pun selalu tersenyum manis dan indah kepadaku meskipun ku sering melukai hatimu, kau tak pernah tertawa melihat kesengsaraan ku,kau tak pernah bersedih melihat kesuksesan ku. Seorang wanita yang selalu menjadi sumber kekuatanku dalam mengarungi kehidupan ini. Dan betapa lembutnya tangan mu saat mengusap wajah penatku, betapa damainya diri ini saat mendengar kata-kata yang keluar dari lisan mu. Dan betapa sejuknya jiwa ini saat menatap wajah cantikmu .
Walaupun belakangan ini banyak tersiar kabar betapa kengerian rekan-rekan mu memperlakukan anak-anak mereka.
Namun ku yakin engkau tak akan masuk dan menempatkan posisi mu seperti mereka. Ku yakin setiap perkataan,perbuatan mu bukan untuk menghakimi diriku. Ku yakin itu lah sebuah wujud rasa cinta mu yang tak ingin melihatku jatuh kedalam kubangan kehinaan. Ibu, kau selau menjaga diriku dalam setiap saat, kau mendoakan ku agar selalu mendapat kebahagiaan dan tetap terjaga dari kesalahan. Dan engkau selalu menjadi sumber inspirasi ku untuk tetap eksis di dunia ini. Pengorbanan yang telah engkau berikan tak akan pernah kulupakan dan ku buang dari memori ingatan indah ku,hanya karena beberapa kekhilafan yang kuyakini engkau tak sengaja melakukannya. Pengorbananmu lebih besar dari kekhilafanmu, anakmu ini memaklumi semua kekhilafan itu, karena engkau hanya manusia biasa, seperti anakmu dan juga orang-orang yang menghirup udara segar di dunia ini. Dan aku yakin, engkau adalah pahlawan,motivator, dan inspirator terbaik yang pernah kumiliki dalam kehidupan ini. Dan tak akan ada yang mampu menggantikan posisimu itu di dalam hati ku.
Namun ku yakin engkau tak akan masuk dan menempatkan posisi mu seperti mereka. Ku yakin setiap perkataan,perbuatan mu bukan untuk menghakimi diriku. Ku yakin itu lah sebuah wujud rasa cinta mu yang tak ingin melihatku jatuh kedalam kubangan kehinaan. Ibu, kau selau menjaga diriku dalam setiap saat, kau mendoakan ku agar selalu mendapat kebahagiaan dan tetap terjaga dari kesalahan. Dan engkau selalu menjadi sumber inspirasi ku untuk tetap eksis di dunia ini. Pengorbanan yang telah engkau berikan tak akan pernah kulupakan dan ku buang dari memori ingatan indah ku,hanya karena beberapa kekhilafan yang kuyakini engkau tak sengaja melakukannya. Pengorbananmu lebih besar dari kekhilafanmu, anakmu ini memaklumi semua kekhilafan itu, karena engkau hanya manusia biasa, seperti anakmu dan juga orang-orang yang menghirup udara segar di dunia ini. Dan aku yakin, engkau adalah pahlawan,motivator, dan inspirator terbaik yang pernah kumiliki dalam kehidupan ini. Dan tak akan ada yang mampu menggantikan posisimu itu di dalam hati ku.
Ibuku, kini ku telah beranjak dewasa dan telah banyak yang ku lakukan. Jarak dan waktu pun kini menjadi pemisah antara kau dan aku. Mereka telah membuat ku tak mampu memandang wajah cantikmu, lembut sikapmu, damainya kata-katamu dan ini membuat hatiku merasakan getaran rindu yang teramat sangat mengenang sosokmu yang begitu bersahaja. Hatiku selalu berdetak lebih kencang di saat kutuliskan surat ini untuk mengenang jasamu dan kerinduanku yang teramat dalam akan belaian kasih sayang dan perhatianmu kepadaku setiap waktu.
Ibuku, engkau adalah inspirasi dalam kehidupan ku, begitu banyak jasamu kepadaku, namun tak pernah ada balasan setimpal yang engkau peroleh dariku. Sungguh aku menyesali semua itu, kenapa aku tidak pernah mampu membahagiakanmu, bahkan hanya kesedihan yang ku hadiahkan kepadamu, begitu malasnya aku melayanimu, begitu mudahnya ku berkeluh kesah dengan segala kekurangan yang kuterima darimu, begitu seringnya ku bersembunyi dari mu agar ku tak menerima tugas-tugas darimu, tingkah ku sering kali pula membuatmu bersedih dan terhasut agar tak lagi mendidik ku agar menjadi seorang yang berguna bagi Keluarga,Agama,Bangsa dan Negara, tapi ku sangat bersyukur kepada sang Rabb karena ternyata engkau masih tegar dan ternyata terus tegar mendidikku dengan penuh keikhlasan dan kasih sayang, meskipun hasil yang engkau dapati dariku sangatlah tidak membuatmu begitu bahagia dan bahkan membuatmu lebih bersedih.
Ibuku, telah dua puluh satu tahun ku menghirup udara di dunia ini, dan kini ketika ku mulai mengenal makna dari kehidupan ini dan ku baru menyadari betapa belum berbaktinya aku sebenarnya, ketika perjalanan hidupku lalui sangat berliku-liku dan penuh dengan goncangan karena terlalu banyak kerikil-kerikil yang ku lalui ternyata telah memberi begitu banyak pelajaran yang mampu mengilhami diriku untuk menyadari kekuranganku.
Ibuku, engkau merupakan rahasia dari keberhasilan yang telah kuterima saat ini. Tanpa usaha dan jasa mu membimbing ku,ku yakin tak akan mampu meraih ini semua. Kekuatanmu,keceriaanmu,kerja kerasmu tak akan ku sia-siakan. Ku berjanji akan membahagiakan mu dan memberi yang terbaik dalam kehidupanmu. Akan selalu kuhiasi setiap aktivitas ku dengan kebaikan dan perbaikan agar ku mampu mempersembahkan yang terbaik untukmu. Dan akan kutunjukan kepada semua orang bahwa aku bukanlah sebuah kesia-siaan, namun aku adalah seorang anak yang akan berguna untuk orang disekitarku atas hasil didikan dan nasihatmu.
Ibuku, menjadi inspirator ku seumur hidup, selalu ingatkan diri ini agar tak luput dari kebaikan. Selalu menjadi pelita bagiku saat aku berjalan dalam kegelapan. Akan ku kenang selalu semua jasamu kepada diriku ini hingga akhir hayatku. Dan ku selalu mendo’akan mu agar selalu mendapat rahmat dari Allah dan selalu terjaga dari segala keburukan. Begitu pula ku harapkan do’a darimu,agar anakmu ini selalu terjaga dari keburukan, dan menjadi anak yang shalih dan mampu membahagiakan dan membanggakan keluarga karena aku yakin do’a seorang ibu untuk anaknya akan sangat cepat di ijabah oleh Allah. Dan melalui surat ini ingin kusampaikan bahwa ku sangat mencintaimu IBU, kuingin semua anak didunia ini iri dengan rasa cinta yang kumiliki terhadapmu. Terakhir tiada yang membahagiakan bagi diriku selain mampu memberikan yang terbaik untukmu. Wahai ibuku aku sangat mencintai dan menyayangimu. Ya Rabb terimakasih karena Engkau telah member seorang malaikat yang selalu menjagaku disetiap saat yang kusebut ia dengan IBU.
(seorang anak yang merindukan kehangatan sentuhan ibu di dalam perantauan, Mahasiswa Teknik Elektro,Unsyiah)
By. PUTRA RIZKI PRATAMA
At:ASOE NANGGROE,KEC.MEURAXA.Banda Aceh