Aku Gagal, biar Qe senang

Siapa yang mau gagal, ayo tunjuk tangan?
Pasti ga da yang mau kan.

Bayangin klo tiap ada acara training motivasi/inspirasi si trainer nanya begituan. Kira2 bakalan ditinggal sama peserta ga ya. #mikir

Sebagai manusia normal dan sehat maka tidak ada yang ingin menemui dengan si Gagal meskipun cuma sekedar PeDeKaTe kan. Itu wajar2 saja
Maka adalah hal konyol ketika kita malah menjadi komentator sejati bagi kawan2 yang sedang mengalami keberhasilan yang tertunda. Sebagai kawan, sebisa mungkin kita harus jadi cemeti bagi dia agar segera bangkit bukan malah jd penekan dan penumbang semangat.

Tapi jangan heran, karena di dunia ini mank disisain sedikit orang2 dgn karakter sok paling bisa dan ecek2 ga pernah gagal. Padahal dia ga sadar lagi jadi orang Gagal, Ya gagal jadi kawan yang baik.
Trus gimana klo jumpai orang dgn hobi komentari hidup orang dan sibuk liat2 kegagalan kita. Kalo saya simpel aja hadapinya.

Cukup senyumin dan bilang makasih. Dah gitu aja.

Klo masih diuber2 ma komentar saktinya ttg kegagalan kita, biasanya saya jawab "Aku gagal, biar Qe senang. Jadi ada bahan buat qe berkoar2 ga jelas." Hehehehe
Jangan takut hadapi orang2 yang ga punya simpati. Minimal mereka bakal punya saham akan kesuksesan kita, ga percaya?

Ini buktinya,pertama mereka jadi sumber motivasi kita untuk membuktikan diri kita bisa lebih baik dari kondisi saat ini. Kedua, mereka jadi juru kampanye kita dengan sendirinya.
Kan lumayan terkenal dengan gratis. Klo nyewa juru kampanye dan alat publikasi kan mahal. Hehehe

Oke sekian cuap2 saya hari ini. Sampai jumpa dikemudian hari.
#SaleumPRP
ge santai disudut warung kupi sambil nikamti capucino blender.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

4 comments

comments
ik
January 29, 2015 at 4:22 PM delete

raja kehidupan...ngeri wak. mank ada org yg bisa?

Reply
avatar
January 31, 2015 at 6:28 PM delete

Sekedar saran, akan lebih baik jika antum menulis dengan EYD yang baik. Lebih mudah dibaca, artinya lebih banyak yang membaca.
Teruslah menginspirasi dan menebar kebaikan melalui pena, atau lebih baik diam. Berhati-hati dalam memilih kata dan menyampaikan pesan, karena antum sekarang adalah publik figur (meski masih di lingkup yang masih kecil), Namun bisa jadi orang awam akan menjadikan antum sebagai patokan.
(Hanya haba peuingat, kon maksud menggurui)
#Saleum E.S.A

Reply
avatar
February 1, 2015 at 5:12 PM delete

syukran tuk masukan konstruktifnya...
insyaallah akan diusakan sebisanya. meskipun dsni saya lebih fokuskan tdak formal, hanya mencoba ketak-ketik rangkaian kata saja.

#SaleumPRP ^_^

Reply
avatar