![]() |
| PRP_Zul (Koleksi Pribadi) |
Pemuda merupakan aset yang berharga yang dimiliki oleh penduduk bumi. Kenapa? Hal ini dikarenakan pemuda memiliki beberapa kelebihan yaitu Semangat, Kuat dan Penasaran yang tinggi akan sesuatu. Dengan 3 (tiga) modal ini sudah lebih dari cukup untuk menjadikan pemuda harapan generasi penerus.
Modal pertama, Semangat. Setiap pemuda pasti memiliki semangat untuk terus muncul dan berada dipuncak capaian prestasi. terserah apapun bentuk prestasi yang ingin dicapai bisa dalam dunia Akademis, Bisnis, Organisasi, Asmara dan lain sebagainya.
Karena semangat inilah menjadikan pemuda selalu menjadi tumpuan dalam sebuah pembangunan. Bahkan karena citarasa Semangat pemuda yang menjadi sebuah keniscayaan akhirnya sering kita dengar slogan "generasi tua yang berjiwa Muda".
Modal kedua, Kuat. Seorang pemuda memiliki potensi kekuatan yang sangat besar bukan hanya dari sisi kekuatan fisik melainkan kekuatan Iman, Intelektual hingga kekuatan Emosional. Dengan modal ini akan terus menggelorakan semangat menjadi pribadi-pribadi unggul yang akhirnya siap menjadi batu bata pembangunan bangsa. Pemuda yang kuat secara Spiritual (Iman), Emosional dan Intelektual dapat dikatakan sebagai pemuda berkarakter Langit. Karena dengan karakter ini pemuda akan mampu menjadi obor dikalangan masyarakat yang sudah diselimuti kehampaan harapan.
Modal ketiga, Penasaran yang tinggi. Rasa penasaran yang tinggi menjadi sebuah anugrah tak ternilai yang dimiliki oleh pemuda, dengan anugrah ini pemuda akan terus menggali setiap sisi keilmuan yang ada guna menunjang percepatan realisasi cita-cita. Pemuda yang memiliki rasa penasaran yang tinggi akan terus menimba ilmu dari berbagai lini mulai dari bercengkrama dengan buku-buku kuat gagasan karangan para pendahulu yang telah membangun istana intelektualnya sendiri atau berdiskusi dengan pribadi-pribadi berbobot dan bermutu dari sisi intelektualitas bukan tokoh karbitan ala sinetron pujangga alay. Hal ini hanya demi memuaskan hasrat keilmuan dalam diri guna memantaskan menjadi generasi penerus selanjutnya.
Untuk memanfaatkan dan memaksimalkan segala sumber daya dalam diri pemuda maka dibutuhkan satu pengikat ketiga modal tersebut yaitu Sadar. Ya, pemuda harus memiliki Kesadaran bahwa mereka adalah generasi emas yang dimiliki Bumi yang luas ini. Jika kesadaran dalam diri pemuda tidak dapat ditumbuhkan maka kita hanya akan mendapati satu corak generasi yang tak pernah diharapkan oleh bumi yaitu Generasi Mangap.
Mengapa saya menyebut pemuda yang tidak sadar akan potensi yang dimilikinya sebagai Generasi Mangap hal ini dikarenakan pemuda dalam golongan ini hanya akan bisa terkagum-kagum dengan prestasi orang lain tanpa mau mencoba menciptakan sejarahnya sendiri. Generasi Mangap hanya bisa bertepuk tangan melihat kehebatan orang lain. Bangga dan hanya terpana dengan kesuksesan pihak lain. Akan berbondong dan penuh kepuasaan ketika sudah bisa foto bareng bersama yang mereka anggap tokoh. Padahal dalam dimensi yang sama mereka sedang mengerdilkan diri dan menjadikan dirinya hanya sebagai hiasan ketenaran semata.
Maka, mari katakan TIDAK pada ke-MANGAP-an. Dan mulai dari sekarang kita harus berani menuntut diri kita untuk terus tumbuh mengorbitkan potensi-potensi yang ada. Jangan tenggelam dibawah prestasi orang lain yang membuat kita akhirnya terhanyut dalam pikiran tidak mampu/bisa berbuat hal yang sama bahkan melebihi yang sudah ada.
Diakhir, yang dibutuhkan pemuda untuk bangkit adalah tidak menggunakan standar prestasi orang lain kepada diri kita. Karena setiap manusia memiliki keunikan dan keistimewaannya sendiri-sendiri. Seorang Shalih pernah mengatakan "adalah sebenar-benarnya kejahatan jika kita menerapkan standar kebaikan/kesuksesan kita kepada orang lain". Maka mulai saat ini Bergerak adalah kata yang paling Nyata dan Benar yang harus dikunyah dan diserap intisarinya oleh setiap generasi muda.
Mari kita menyongsong kegemilangan yang akan diisi oleh generasi-generasi muda yang Enerjik, Dinamis, Inovatif, Progresif, Proaktif, Visioner, Optimis dan Berkarakter Langit.
Salam Pemuda
Banda Aceh, 03 November 2015
12.15 Wib
Putra Rizki Pratama
#SaleumPRP
