Hari ini Sabtu (5 Februari 2016) saya punya kesempatan yang sangat langka untuk seorang pemuda biasa seperti saya. Saya berkesempatan ikut serta menjadi rombongan dalam agenda kerja Gubernur Aceh dr.Zaini Abdullah untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh pemkab Aceh Barat di Mesjid Agung Meulaboh.
Pengalaman saya mengikuti rombongan pak Gubernur menjadikan saya mendapat sebuah gambaran baru terkait kepribadian beliau. Disini saya tidak bicara soal politik atau apapun terkait hal itu, namun saya hanya ingin menulis kesan saya soal kegiatan pribadi beliau. Dalam usia yang sudah lanjut bahkan melebihi usia ayah saya yang sudah 60 tahunan lebih, beliau masih sanggup menuntaskan segala rentetan kegiatan yang sudah diatur oleh protokoler mulai dari keberangkatan sekitar pukul 8 dan tiba di meulaboh pukul 10.40wib dilanjutkan Zuhur bersama.
Disana rombongan Gubernur disambut oleh pak Bupati Aceh Barat beserta unsur muspida dan para tokoh masyarakat disana. Setelah itu kami langsung menuju tempat yang telah disediakan dan pak Gubernur juga memberi sambutan pada kesempatan tersebut.
Setelah shalat zuhur di mesjid agung, pak Gubernur lanjut ke pendopo bupati dan sorenya beliau melakukan pertemuan dan silaturahmi dengan elemen tokoh masyarakat dan pemuda di Aceh Barat. Dari semua rentetan kegiatan formalitas tersebut, hal paling keren yang saya dapatkan adalah melihat kebugaran fisik dan semangat beliau yang boleh dikatakan mengalahkan kami yang masih muda. Dan satu lagi yang patut diapresiasi dan istimewa adalah beliau tidak pernah melewatkan shalat berjamaah, dalam kondisi apapun bahkan dalam perjalanan jika azan sudah berkumandang maka harus langsung menepi di mesjid terdekat.
Celetuk salah seorang Bapak dalam rombongan kepada kami, "menyoe ka azan bek coba-coba hana ta piyoh, can keunong bangku panyang. Pamtup langsong keunong ganto" (Jika sudah azan jangan coba-coba untuk tidak berhenti, bisa langsung dapat sanksi bangku panjang. Dan pamtup langsung diganti). Sebuah potret langka kita jumpai dalam keseharian seorang pemimpin daerah yang padat akan kegiatan, biasanya kita lebih sering menunda shalat untuk mempercepat perjalanan, namun berbeda dengan pak Gubernur ini.
Sekali lagi, ini bukan bicara soal politik hanya saya sedang menuliskan salah satu pengalaman kehidupan saya dan semoga menjadi pengingat bagi diri pribadi untuk lebih ingat kepada Tuhan daripada mementingkan Tuan. Dan bisa jadi ini adalah salah satu resep kebugaran fisik pak gubernur, yaitu menjaga ibadah Shalatnya.
selamat Malam ^_^
catatan ini saya tulis dalam perjalanan pulang kembali menuju banda aceh, jadi dimaklumkan saja agak meucawoe (berantakan,red)