Kita semua pasti pernah dengar kalimat bijak "Seperti Katak dibawah tempurung". Yuup, sebuah ungkapan yang sangat familiar ditelinga kita yang menjadi motivasi agar kita melihat dunia tidak sebatas "dunia" kita saja.
Pertanyaannya siapa yang mau disebut Katak? Nahloh, kalau saya tetap tidak mau disebut sebagai katak. Toh jelas-jelas saya adalah manusia. Jadi, setelah melalukan perenungan yang lama akhirnya saya menemukan kata yang cocok untuk mengganti ungkapan diatas yaitu #JarangkeluarRumah.
Anak muda yang #JarangkeluarRumah adalah mereka yang sudah merasa sudah menguasai dunia dengan apa yang dimiliki dan merasa menjadi makhluk bumi yang paling pintar,paling hebat, dan paling paling lainnya dibandingkan orang lain. Orang-orang dengan tipikal ini pikirannya masih dibatasi oleh 4x4m ukuran kamarnya sendiri dikarenakan mereka hanya bergaul dengan orang terbatas, bacaan yang pas-pasan dan malas pergi/keluar dari zona nyamannya.
Anak muda yang termasuk dalam kategori #JarangkeluarRumah ini dapat kita lihat dari beberapa gaya hidupnya. Pertama, Mereka merasa sudah menguasai seluruh keilmuan yang ada di muka bumi sehingga membentuk pola pikir mereka adalah makhluk paling pintar dan layaknya bicara tentang semua tanpa ada peluang salah sedikitpun. Padahal menurut penelitan ilmiah, tidak ada manusia dibumi ini yang benar-benar menguasai seluruh disiplin ilmu, kita harus memilih fokus ilmu apa yang ingin kita kuasai,selain itu kita tetap terus mencoba mempelajari keilmuan lainnya agar tidak ketinggalan.
Kedua, adalah mereka yang sangat semangat mencari kesalahan orang. Ingat ya, Kesalahan bukan Kekurangan. Karena bagi tipe #JarangkeluarRumah akan menjadi sumber kebahagiaan paling besar ketika mampu menemukan kesalahan orang lain. Dan jangan pernah bertanya tentang solusi kepada mereka, karena itu tidak ada dalam kamus mereka. Tugas mereka terus mencari kesalahan-kesalahan tanpa sedikitpun mengadirkan solusi. Biasanya mereka dapat ditandai dengan kalimat pamungkas "Tugas kami kan bilang kesalahan kalian, solusi cari sendiri lah. kan itu tugas kalian" atau "Kalian sudah besar masak mikir solusi aja ga bisa, kan udah aku kasih tau salahnya" dan lain sebagainya.
Ketiga, mereka selalu berlagak ala pelatih. Menyuruh orang lain untuk melakukan ini melakukan itu tapi mereka sendiri malas dan bahkan tidak pernah mencoba dulunya. Mereka selalu memposisikan diri sudah berada pada maqam(tempat) tertinggi sehingga tidak layak mengurusi hal-hal yang kecil versi mereka. Jadi, orang-orang seperti mereka kita anggap saja sedang mengidap sindrom Pelatih gagal. Mari kita berdoa agar mereka tersiram air hujan sehingga bisa segera sadar.
Keempat, adalah mereka akan sangat berani dan bersemangat berteriak didunia maya (*sosmed). Bahkan untuk mendongkrak kepopulerannya mereka tidak segan-segan memanggil orang lain untuk terjerumus pada lapak mereka. Namun, jangan pernah bicara soal aksi didunia nyata, karena mereka akan segera mengeluarkan daftar alasan yang asal-asalan. Beberapa alasan yang menjadi favorit adalah "Itu kan tugas kalian, masak harus ikut aku/kami", "sekrang masa kalian bukan masa kami", "Liat lah orang koq berani aksi nyata,kami kan udah ngomong di sosmed" dan beberapa literasi alasan lainnya.
Kelima, ini adalah favorit mereka. Mereka bicara tanpa data hanya berdasarkan prasangka dan khayalan. Inilah bagian terhebat dari tipe anak muda #JarangkeluarRumah, bagi mereka tidak penting data atau info yang valid. Yang penting adalah Update, ngomong, berkoar-koar agar terlihat sebagai orang terpelajar dan pintar serta paling peduli dengan kondisi sekitar. Bagi mereka adalah sebuah prestasi ketika bisa update dan bicara besar tanpa dasar/ilmu yang penting merekanya terkenal. Iya, mereka akan terkenal menjadi orang yang mempermalukan diri sendiri. Kapan mereka menjadi hebat, pintar dan bak Tokoh besar, yaitu saat mereka berada dalam lingkungan mereka sendiri. Lingkungan para orang-orang yang #JarangkeluarRumah.
Dan keenam, adalah mereka hanya akan menjadi Corong dan terus dimanfaatkan serta diperdayakan oleh orang-orang yang pintar. Dan mereka akan menjadi alat media untuk publikasi yang murah yaitu dengan segelas kopi dan dua potong kue (*kiasan). Anak Muda #JarangkeluarRumah akan terus menjadi corong isu-isu orang lain, mereka tidak akan pernah sadar sedang dimanfaatkan, jikapun ada yang mencoba memberitahukan maka orang itu akan dianggap musuh bagi "karir" mereka sendiri.
Maka mari kita para generasi muda untuk menghindari hanya bergaul dengan tipe yang #JarangkeluarRumah dan mulai sekarang kita harus mampu menjadi pribadi yang terbuka dengan semua gagasan, terus menjadi orang yang lapar akan keilmuan, yang dahaga akan luasnya samudra pengetahuan dan memaksa diri untuk melangkahkan kaki sejauh mungkin. Karena hikmah dari #SeringkeluarRumah dalam artian Hijrah adalah kita akan menjadi pribadi yang bijaksana, Mandiri, Dewasa dan luas wawasan serta berlimpah rejeki.
Buktikan anak muda adalah benar-benar generasi Emas yang dirindukan dan diimpikan oleh semua orang untuk mengisi ruang-ruang perubahan. Salam Pemuda !!!
Sabang, 07 Februari 2016
Tulisan dibuat sambil menunggu hujan reda biar bisa ngopi di pagi hari ^_*
#SaleumPRP