Benci SIfat jangan Orang


Haruskah membencinya…
setiap manusia yang normal pasti akan memiliki akal dan perasaan. dan inilah yang menjadi landasan manusia mampu menjadi raja dimuka bumi.dalam kehidupan sangat dituntut kita mampu mengkombinasi antara keduanya agar kita mampu menjalankan tugas sebagai khlaifah. terkadang dalam perjalanan menyusuri semak-semak kehidupan,sering duri-duri perselisihan/pertikaian menusuk tubuh yang lemah ini.disini lah sebenarnya momentum untuk menunjukan jati diri yang sebenarnya, apakah sebagai seorang yang picik atau berlapang dada? mudah mengatakan "Aku sakit hati" dan sulit melontarkan "ya sudah,kita saling bermaafan". biasanya faktor GENGSI yang menjdi generator agar rasa sakit hati bin marah bin benci bin ga komunikasi bin lainnya muncul terhadap seseorang. padahala jika ingin berfikir logis,kesalahan yang dilakukan bukan karena kesengajaan mungkin karena karakter yang sangat berbeda dlm mnyikapi suatu kondisi tuk melahirkan solusi.
pertanyaan saat ini adalah harus kita membecinya? haruskah kita menutuskan silaturahmi? haruskah kita terus bersembunyi dari dunia Lapang dada? pertanyaan ini dgn sangat mudah jika kita mengkaji kembali QA. Al-baqarah:30. jika kalah dgn pertanyaan tersebut,maka benarlah "harapan" malaikat agar kita (manusia-red) tak pernah ada didunia ini.
mengapa kita tak mencoba-jikapun harus membeci- untuk membenci sifat/gaya/karakter seseorang yang salah bukan orangnya. karena jika membenci seseorang pastilah tak ada tempat tuk merajut kebersamaan,setiap melihat dia pasti amarah yang muncul. namun, jika kita membenci sifatnya,maka kebencian itu hanya lahir jika dia mengedepankan sifat salahnya tersebut. karena sebenarnya yang rugi ketika kebencian terus dipelihara bak binatang peliharaan di kandang Hati, maka kita sendiri yang merugi,hal ini disebabkan orang-orang disekitar kita akan menilai betapa picik dan kerdilnya kita dalam menyikapi sebuah persoalan. bisa jadi jika ada yang membuka riwayat pengalaman,kita adalah orang-orang yang pernah memegang jabatan luar biasa.
so, haruskah kita membencinya???/ ataukah dengan lapang dada kita mengulurkan tangan dengan penuh keikhlasan dan senyum ketulusan menggapai ridha Ilahi.semoga[]

*sebuah tulisan untuk menginspirasi diri sendiri, saat berada dalam ruang sepi dan terbangun dari mimpi kebencian terhadap kenyataan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »